Setiap hari kita akan terkena sinar matahari dari pagi hingga sore hari. Di dalam sinar matahari, ada sinar ultraviolet (UV) yang memiliki manfaat namun dapat berbahaya bagi kulit apabila berlebihan.
Di artikel ini, MinBruv bakal membahas soal manfaat sekaligus bahaya sinar UV bagi kulit. Biar makin paham, ikuti terus artikel ini, yuk!
Apa Itu Sinar UV?

Sinar UV merupakan bentuk energi matahari. Secara langsung, kita tidak bisa melihat radiasi dari sinar ini karena panjang gelombangnya lebih pendek daripada cahaya yang biasa kita lihat.
Jenis energi ini sebenarnya menyediakan vitamin D bagi tubuh manusia untuk membantu kita bertahan hidup. Secara umum, ada tiga jenis sinar UV berdasarkan ukuran panjang gelombangnya, yaitu sinar UVA, UVB, dan UVC.
Sinar UVA adalah energi dari matahari dengan panjang gelombang sekitar 315-400 nanometer (nm) dan tidak diserap lapisan ozon. Tipe sinar ini mempunyai ukuran gelombang paling panjang dan dapat menembus kulit hingga ke lapisan terdalam (dermis).
Sementara itu, sinar UVB merupakan sinar yang panjang gelombangnya sekitar 280-315 nm. Sinar UVB dapat sebagian besar diserap lapisan ozon dan sebagiannya lagi mencapai kulit terluar manusia (epidermis).
Untuk sinar UVC, jenis sinar ini memiliki panjang gelombang paling pendek yaitu sekitar 100-280 nm. Jenis sinar ini 100% disinderap lapisan ozon dan atmosfer Bumi sehingga tidak sampai ke Bumi.
Nah, ketiga jenis sinar UV ini sebenarnya mengandung vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Selain itu, vitamin D dapat menunjang kekebalan (imun) tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar manusia terkena paparan sinar matahari setiap hari. Setiap orang disarankan untuk berjemur selama 5-15 menit sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.
Bahaya Sinar UV Bagi Kulit

Meskipun memiliki manfaat bagi tubuh, paparan sinar matahari yang berlebihan justru berbahaya bagi kulit, lho! Seiring waktu, sinar UV merusak serat-serat di kulit atau sering disebut elastin.
Ketika serat-serat ini rusak, kulit akan mengendur, meregang, dan kehilangan kemampuannya untuk kembali ke posisi semula. Kulit juga lebih mudah memar, robek, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Tak hanya itu, Bruver harus waspada dengan berbagai bahaya sinar UV berikut ini:
- Menyebabkan penuaan dini di kulit
- Adanya perubahan warna kulit, seperti hiperpigmentasi maupun warna kekuningan
- Muncul pembuluh darah kecil yang melebar (telangiektasia)
- Kerusakan jaringan elastis yang menyebabkan kerutan (elastosis)
- Menimbulkan lesi kulit pra-kanker (keratosis aktinik)
- Memicu tumor.
Di sini mungkin Bruver bertanya, sinar UV mana yang berbahaya? Sayangnya, sinar UVA dan UVB yang menembus atmosfer sama-sama berbahaya dan menimbulkan dampak negatif utnuk kulit.
Sinar UVA menyebabkan keriput, kulit menjadi cokelat, kulit menjadi terbakar dan apabila berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit. Sementara itu, UVB dapat merusak lapisan terluar kulit, menyebabkan sun spot, kulit menggelap, terbakar, melepuh, hingga menyebabkan kanker.
Terlalu banyak radiasi UV yang masuk ke kulit juga menyebabkan DNA dalam sel salah memahami fungsinya. Akibatnya, sel-sel tersebut justru menggumpal dan membentuk tumor yang bersifat kanker.
Secara umum, ada tiga jenis kanker kulit yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Sebanyak 95% kasus kanker kulit di dunia menderita kanker sel basal dan kanker sel skuamosa.
Walaupun dua jenis kanker ini mendominasi, namun keduanya tidak terlalu berbahaya dan bisa disembuhkan apabila diobati sejak dini. Sementara itu, pasien melanoma membentuk kanker kulit paling berbahaya dan menyebabkan 75% kematian akibat kanker kulit.
Melanoma terdiri dari sel-sel pigmen kulit abnormal yang sering disebut melanosit. Apabila tidak atau terlambat diobati, melanoma dapat menyebar ke organ tubuh lain dan sulit untuk dikendalikan.

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Kulit?
Sebenarnya, siapa pun bisa berisiko terkena kanker kulit akibat radiasi sinar UV. Namun, beberapa golongan berikut berisiko tinggi mengalami penyakit mematikan ini:
- Memiliki kulit cerah,
- Mempunyai kulit berbintik,
- Kulit cenderung mudah terbakar,
- Memiliki mata berwarna terang,
- Mempunyai rambut perang atau merah.
Di sisi lain, orang yang memiliki warna kulit medium hingga gelap cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena kanker kulit. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang harus diwaspadai, yaitu:
- Ada riwayat keluarga atau pribadi terkena kanker kulit,
- Melakukan pekerjaan atau kegiatan dalam waktu yang lama di bawah sinar matahari,
- Tinggal di iklim yang panas dan lebih banyak paparan sinar matahari,
- Memiliki riwayat luka bakar akibat sinar matahari (sun burn) yang parah,
- Mempunyai tahi lalat yang besar dan bentuknya tidak beraturan.
Kalau kamu, keluarga, atau teman termasuk salah satu orang yang berisiko terkena kanker kulit, sebaiknya waspada mulai sekarang. Melanoma yang muncul di kulit biasanya berbentuk tahi lalat dengan ciri khusus.
Umumnya, gejala melanoma yang sering muncul adalah tahi lalat tidak berbentuk, tepi bergerigi atau buram, dan warna tidak merata. Diameter dari melanoma umumnya lebih dari 6 mm, ada perubahan tampilan, terasa gatal, hingga berdarah.
Cara Mencegah Efek Sinar UV

Sebelum terlambat, Bruver bisa mencegah efek buruk sinar matahari dengan berbagai cara, yakni:
- Menggunakan tabir surya (sun screen) dengan sun protection factor (SPF) 30 atau lebih tinggi. SPF dalam produk perawatan kulit akan melindungi kulit dari sinar UVB,
- Pilih sun screen yang mengandung protection grade of UVA (PA) untuk melindungi kulit dari radiasi UVA,
- Gunakan sun screen minimal 30 menit sebelum terpapar sinar matahari,
- Pakai ulang (re-apply) sun screen setiap 2-3 jam setelahnya,
- Kenakan kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari sinar UV,
- Pilih produk kosmetik yang mengandung SPF dan PA sebagai proteksi tambahan,
- Hindari paparan sinar matahari secara langsung selama puncak radiasi UV antara pukul 10.00-16.00,
- Gunakan topi dengan tepi lebar untuk melindungi wajah, telinga, kepala, dan leher dari sinar matahari,
- Melakukan pemeriksaan kulit secara teratur untuk mengecek ada tidaknya pertumbuhan kulit.
Recent Posts
Produk
-
Paket BRUV Moisturizing Bar Soap 3 pcs
Rp123.000Harga aslinya adalah: Rp123.000.Rp73.000Harga saat ini adalah: Rp73.000. -
[PROMO BUNDLING] 1 PCS BRUV Power Balance + 3 Pcs BRUV Bar Soap
Rp222.000Harga aslinya adalah: Rp222.000.Rp125.000Harga saat ini adalah: Rp125.000. -
Paket 1 PCS BRUV Power Balance Face Wash 100ml
Dinilai 4.81 dari 5Rp99.000Harga aslinya adalah: Rp99.000.Rp65.000Harga saat ini adalah: Rp65.000. -
BRUV CONQUEROR Eau de Parfum
Rp200.000Harga aslinya adalah: Rp200.000.Rp160.000Harga saat ini adalah: Rp160.000. -
BRUV PIONEER Eau de Parfum
Rp200.000Harga aslinya adalah: Rp200.000.Rp165.000Harga saat ini adalah: Rp165.000.

Dukungan Pelanggan
Gratis konsultasi dengan BRUV Skin Expert

Pengiriman Cepat
Dengan 5 gudang yang tersebar di Indonesia

Pengembalian
Garansi uang kembali jika produk rusak (S&K berlaku)

Transaksi Aman
Proses transaksi aman di official store BRUV
