Pernah nggak sih, kamu ngerasa ada sensasi dingin yang segar pas pertama kali semprot parfum ke pergelangan tangan? Itu sebenarnya cara paling simpel buat mengenali parfum beralkohol.
Parfum yang mengandung alkohol memang lebih cair, lebih cepat meresap, dan aromanya bakal langsung menyebar di udara. Selain itu, ada beberapa ciri-ciri parfum beralkohol lain yang kamu harus tahu.
Yuk cari tahu lebih lanjut soal alkohol dalam parfum di artikel ini!
Kenapa Ada Alkohol dalam Parfum?

Ada beberapa alasan alkohol harus dipakai untuk membuat parfum. MinBruv bantu jelaskan satu-satu, ya!
1. Alkohol Berguna sebagai Pelarut
Bruver sudah tahu belum, kalau produk parfum hampir sebagian besar menggunakan alkohol sebagai campurannya? Di dalam industri parfum, alkohol berfungsi sebagai bahan pelarut utama.
Untuk membuat parfum, minyak esensial dengan konsentrasi 95% akan terasa sangat kental dan sangat wangi. Agar produk menjadi lebih cair dan mudah dicampur, produsen harus menggunakan alkohol untuk melarutkan minyak wangi.
2. Dipakai untuk Penguapan
Selain sebagai pelarut, alkohol juga berfungsi sebagai zat untuk membantu penguapan. Senyawa ini memiliki titik didih yang rendah yaitu 78 derajat Celsius. Hal ini membuat alkohol lebih cepat menguap ke udara saat dioleskan ke kulit.
Pencampuran ini sangat penting karena alkohol yang dipakai ke badan akan terus menguap. Akhirnya, parfum dengan notes yang unik akan muncul satu per satu setelah kamu gunakan.
Tak hanya itu, Setelah disemprotkan, alkohol yang dipakai membuat parfum lebih mudah disebarkan ke tubuh maupun pakaian. Jadi, ketika kamu menggunakannya, orang dari jarak beberapa meter pun bisa ikut mencium baumu!
3. Berguna untuk Menjaga Konsistensi Aroma
Sebagai pencinta parfum, kamu pasti pernah mendengar istilah sillage atau jejak aroma yang tertinggal di udara setelah menggunakan produk. Umumnya, aroma yang lebih kuat seperti warm, spicy, dan wood punya daya sebar yang lebih tinggi.
Sementara itu, parfum dengan aroma segar misalnya aqua, fresh, dan citrus daya sebarnya cenderung lebih rendah. Nah, besar tidaknya daya sebar dari parfum ternyata ditentukan alkohol digunakan dalam produk, lho!
4. Sebagai Bahan Pengawet
Alkohol dengan konsentrasi yang cukup tinggi berguna sebagai pengawet dalam parfum. Senyawa kimia ini digunakan karena alkohol termasuk salah satu bahan yang punya sifat anti-mikroba kuat.
Artinya, alkohol dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan bakteri maupun jamur yang ada di parfum. Soalnya, kalau parfum terkena bakteri atau jamur, masa kadaluarsanya akan lebih cepat dan dapat memicu iritasi.
Ciri-ciri Parfum Alkohol

Meskipun terlihat mirip, parfum beralkohol punya beberapa ciri-ciri yang terlihat dari produk maupun kemasannya. Ini ciri parfum yang menggunakan alkohol:
1. Kemasan Lebih Besar
Bruver notice nggak, kalau parfum yang punya kemasan lebih besar biasanya mengandung alkohol? Soalnya, produk ini mencampurkan minyak wangi dengan bahan selain alkohol. Selain itu, parfum dengan kandungan alkohol dikemas dalam plastik maupun kaca.
Sementara itu, parfum yang tidak memakai campuran alkohol biasanya dikemas dalam botol kaca kecil. Hal ini dilakukan karena parfum mengandung minyak murni yang aromanya bisa berubah kalau disimpan terlalu lama.
2. Cenderung Kurang Tahan Lama
Parfum non-alkohol biasanya punya konsentrasi minyak wangi yang lebih tinggi daripada parfum beralkohol. Ketika dioleskan ke kulit, parfum tanpa alkohol wanginya akan cenderung sangat lama, bahkan bisa seharian penuh tanpa re-apply.
Sementara itu, parfum dengan alkohol punya proses penguapan lebih cepat. Selain itu, konsentrasi minyak juga lebih sedikit dan aromanya bertahan sekitar 6-12 jam. Meskipun begitu, sekarang sudah banyak parfum beralkohol yang tahan lama hingga 18 jam.
3. Wangi Menyebar Lebih Luas
Kalau kamu tipe orang yang suka aroma parfummu tercium orang lain, parfum dengan alkohol tentu jawabannya. Karena mengandung alkohol, wangi produk akan cepat menyebar dan menarik perhatian orang lain.
Sementara itu, parfum tanpa alkohol punya sillage yang lebih rendah. Meskipun bertahan lama dan cukup wangi, biasanya orang lain hanya dapat merasakannya ketika jaraknya sangat dekat dengan kita.
4. Lebih Aman untuk Kulit Sensitif
Sama dengan skincare berbahan alkohol, parfum yang memakai campuran alkohol cenderung kurang ramah kulit sensitif. Apalagi kalau produknya menggunakan alkohol denat yang membuat kulit lebih kering.
Namun, kalau Bruver masih ingin memakai parfum dengan alkohol, sebaiknya pilih produk yang menggunakan etanol cosmetic grade. Jenis alkohol parfum ini cepat menguap, lebih aman untuk kulit, dan tidak meninggalkan residu.
Perbedaan Parfum Alkohol dan Non-alkohol
Setelah tahu ciri-ciri parfum dengan alkohol, kamu juga wajib tahu apa saja perbedaan parfum alkohol dengan non-alkohol. Biar lebih jelasnya, kamu bisa simak tabel berikut.
| Fitur | Parfum Alkohol | Parfum Non-Alkohol |
| Ukuran Kemasan | Lebih besar | Lebih kecil |
| Tingkat ketahanan | Sangat lama, bisa di atas 12 jam | Cukup lama hingga 12 jam |
| Sillage (penyebaran aroma) | Menyebar lebih cepat dan luas | Tidak menyebar dan hanya bisa dicium dari jarak sangat dekat |
| Keamanan untuk kulit | Kurang ramah untuk kulit sensitif | Bisa dipakai kulit sensitif (apabila tidak alergi minyak dari tanaman) |
| Label | Memiliki label eau de parfum, eau de toilette, atau cologne | Memiliki label parfum atau extrait de parfum |
| Tekstur parfum | Lebih ringan, tidak lengket, dan tidak meninggalkan noda di pakaian | Terasa lebih lengket karena berbasis minyak (oil-based) |
Bolehkah Parfum Beralkohol Dipakai Sholat?

Buat Bruver yang muslim, mungkin kamu masih ragu untuk menggunakan parfum yang mengandung alkohol. Soalnya, kamu mungkin akan bertanya, bolehkan parfum beralkohol dipakai sholat?
Ada beberapa orang yang menghindari penggunaan parfum alkohol karena takut apabila ibadahnya tidak sah. Pasalnya, mereka beranggapan, alkohol dalam parfum sama dengan khamar yang dilarang dalam Al Qur’an.
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam laman resmi mereka menyebut, menurut ulama mahzab Syafi’i, penggunaan parfum beralkohol tidak membatalkan sholat secara sah.
Alkohol yang ada di dalam parfum tidak memengaruhi kesucian atau keabsahan sholat. Menurut mereka, alkohol menjadi haram ketika dikonsumsi dalam bentuk minuman maupun makanan.
Di sisi lain, Manager Laboratorium Sains LPPOM MUI, Heriyani dalam laman Halal MUI mengatakan hal yang sama. Alkohol yang digunakan dalam industri bahan kimia tidak sama dengan khamr, jenis minuman keras yang memabukkan.
Adanya alkohol atau etanol pada produk parfum berguna sebagai pelarut dan pengikat bahan esensial agar tahan lama. Namun, jika ada parfum yang pelarutnya berasal dari khamr maka hukumnya menjadi najis dan tidak boleh dipakai sholat.

Recent Posts
Produk
-
Paket BRUV Moisturizing Bar Soap 3 pcs
Rp123.000Harga aslinya adalah: Rp123.000.Rp73.000Harga saat ini adalah: Rp73.000. -
[PROMO BUNDLING] 1 PCS BRUV Power Balance + 3 Pcs BRUV Bar Soap
Rp222.000Harga aslinya adalah: Rp222.000.Rp125.000Harga saat ini adalah: Rp125.000. -
Paket 1 PCS BRUV Power Balance Face Wash 100ml
Dinilai 4.81 dari 5Rp99.000Harga aslinya adalah: Rp99.000.Rp65.000Harga saat ini adalah: Rp65.000. -
BRUV CONQUEROR Eau de Parfum
Rp200.000Harga aslinya adalah: Rp200.000.Rp160.000Harga saat ini adalah: Rp160.000. -
BRUV PIONEER Eau de Parfum
Rp200.000Harga aslinya adalah: Rp200.000.Rp165.000Harga saat ini adalah: Rp165.000.

Dukungan Pelanggan
Gratis konsultasi dengan BRUV Skin Expert

Pengiriman Cepat
Dengan 5 gudang yang tersebar di Indonesia

Pengembalian
Garansi uang kembali jika produk rusak (S&K berlaku)

Transaksi Aman
Proses transaksi aman di official store BRUV
