Apakah Kulit Sensitif Bisa Kembali Normal? Butuh Berapa Lama Ya?

apakah kulit sensitif bisa kembali normal

Kulit sensitif memang bisa jadi masalah yang bikin kita nggak nyaman, apalagi kalau Bruver suka beraktivitas di luar ruangan atau punya hobi yang bikin sering terpapar sinar matahari dan polusi. Tapi, apakah kulit sensitif bisa kembali normal? Yuk kita bahas dalam artikel ini!

Sebelum kita bahas tentang apakah kulit sensitif bisa kembali normal lebih lanjut, kita perlu ngerti dulu apa itu kulit sensitif. Kulit sensitif adalah kondisi di mana kulit Bruver bereaksi berlebihan terhadap faktor-faktor tertentu. Gimana sih gejalanya? Berikut ini ciri-ciri kulit wajah sensitif:

Ciri-ciri Kulit Wajah Sensitif

  1. Kulit Kemerahan

Ciri-ciri kulit wajah sensitif yang paling umum adalah kulit yang lebih gampang kemerahan. Kemerahan ini bisa berupa ruam merah, benjolan merah, kulit memerah, atau pembuluh darah yang melebar. Kulit sensitif sering kali punya pembuluh darah yang lebih dekat ke permukaan. Jadi, saat ada iritasi atau tekanan, pembuluh darah ini cepat membesar dan menyebabkan kemerahan.

  1. Terasa Gatal dan Ruam

Orang dengan kulit sensitif lebih mudah mengalami gatal dan ruam karena pertahanan kulit mereka yang lebih lemah. Kulit yang sehat punya skin barrier yang membantu menjaga kelembapan dan mencegah iritan masuk.

  1. Kering dan Mengelupas

Biasanya, kulit sensitif punya tingkat kelembapan alami yang cukup rendah dari kulit yang normal. Makanya, kulit sensitif jadi lebih gampang kering, bersisik, bahkan mengelupas. Tentunya, kulit kering bikin nggak nyaman dan menyebabkan masalah kulit lainnya.

  1. Sensitif terhadap Sinar Matahari

Kulit sensitif cenderung punya skin barrier yang lebih lemah atau bahkan rusak. Skin barrier ini punya fungsi untuk melindungi lapisan kulit dari faktor eksternal, termasuk sinar matahari. Ketika skin barrier ini nggak berfungsi dengan baik, kulit jadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

  1. Mudah Breakout

Kulit sensitif bisa memicu kelenjar minyak untuk memproduksi minyak alami dari kulit. Ketika minyak diproduksi berlebihan dan bercampur dengan kotoran yang ada di permukaan kulit, lama kelamaan akan menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

  1. Terasa Perih atau Terbakar

Orang yang punya kulit sensitif biasanya punya skin barrier yang lebih tipis. Makanya, ketika terpapar sinar matahari, atau menggunakan produk berbahan keras, kulit akan terasa perih atau terbakar.

Baca Juga: Ciri Ciri Sel Kulit Mati Pada Wajah.

Kulit Sensitif Disebabkan Karena Apa?

Ada beberapa faktor penyebab kulit sensitif, antara lain:

  1. Faktor Genetik

Udah pada tau kan, kalau faktor genetik punya peran penting dalam menentukan jenis kulit seseorang, termasuk apakah seseorang memiliki kulit yang sensitif. Ini karena gen-gen tertentu yang diwariskan dari orang tua dapat memengaruhi struktur, fungsi, dan respons kulit terhadap lingkungan. Jadi, kalau orang tua Bruver punya kulit sensitif, kemungkinan besar Bruver juga akan mewarisinya.

  1. Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis seperti dermatitis atopik, rosacea, eksim, atau psoriasis seringkali terkait dengan kulit sensitif. Kondisi-kondisi ini dapat membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi dan reaksi alergi.

  1. Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari dapat merusak lapisan pelindung kulit, atau skin barrier. Ketika penghalang ini rusak, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, infeksi, dan peradangan, yang semuanya dapat meningkatkan sensitivitas kulit.

  1. Faktor Lingkungan

Selain paparan sinar matahari, faktor lingkungan lain seperti cuaca ekstrem, udara kering, dan perubahan suhu dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan membuatnya menjadi lebih sensitif. 

Apalagi, partikel polusi udara seperti debu, asap, dan polutan lainnya dapat menempel pada kulit dan menyebabkan peradangan serta merusak skin barrier. Ini yang bisa menyebabkan kulit sensitif. 

  1. Sering Menggunakan Air Panas

Salah satu hal yang sering dianggap sepele tapi sebenarnya berdampak besar adalah suhu air saat mandi. Air panas dapat menghilangkan minyak alami dari kulit, yang berfungsi sebagai pelembap alami dan pelindung kulit. Ketika minyak ini hilang, kulit menjadi lebih kering dan lebih sensitif.

  1. Memakai Produk dengan Kandungan Tertentu

Ada beberapa kandungan yang biasanya ada di dalam produk-produk skincare yang bisa menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Kandungan tersebut antara lain:

  • Retinoid

Retinoid emang efektif untuk mengatasi jerawat dan tanda-tanda penuaan, tetapi bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, dan pengelupasan kalau digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi yang tinggi.

  • Asam Alfa Hidroksi (AHA) dan Asam Beta Hidroksi (BHA)

AHA seperti asam glikolat dan asam laktat, serta BHA seperti asam salisilat, emang bagus untuk eksfoliasi kulit. Penggunaan berlebihan dapat mengikis lapisan pelindung kulit, menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.

  • Vitamin C

Vitamin C adalah antioksidan yang baik untuk kulit dan bisa bikin kulit lebih cerah, tetapi bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan pada beberapa orang, terutama kalau digunakan dalam konsentrasi tinggi atau bersamaan dengan produk lain yang kuat.

  • Pewangi dan Alkohol

Produk skincare yang punya kandungan pewangi buatan atau alkohol bisa menyebabkan iritasi dan kulit ekstra kering, yang pada akhirnya membuat kulit lebih sensitif.

  • Pengawet

Pengawet kayak paraben dan formaldehid digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dalam produk skincare, tetapi beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi atau sensitivitas terhadapnya.

  • Bahan Aktif Lain

Bahan aktif kayak benzoil peroksida dan asam azelat digunakan untuk mengobati jerawat, tetapi bisa menyebabkan kekeringan, iritasi, dan sensitivitas jika digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi.

Apakah Kulit Sensitif Bisa Kembali Normal?

Nah, ini dia pertanyaan utama kita: “Apakah kulit sensitif bisa kembali normal?” Jawabannya adalah, tergantung. Ada beberapa langkah yang bisa Bruver lakukan untuk membuat kulit sensitif kembali normal, antara lain:

  1. Identifikasi Penyebab Kulit Sensitif

Langkah pertama untuk mengetahui apakah kulit sensitif bisa kembali normal adalah dengan mengidentifikasi penyebabnya. Jika penyebabnya adalah faktor dari luar, maka ada kemungkinan kulit sensitifmu bisa kembali normal dengan menghilangkan pemicunya.

  1. Perhatikan Gejalanya

Memperhatikan gejala yang ada juga bisa dijadikan patokan apakah kulit sensitif bisa kembali normal. Ketika gejala-gejala dari kulit sensitif mulai berkurang, baik dengan sendirinya atau karena perawatan tertentu, tandanya cepat atau lambat kulitmu akan kembali normal.

  1. Lakukan Perawatan yang Tepat

Ikuti rutinitas perawatan kulit yang lembut dan sesuai untuk kulit sensitif. Perubahan positif dalam kondisi kulit setelah beberapa minggu atau bulan bisa menjadi indikasi pemulihan.

  1. Konsultasi dengan Ahli

Kalau Bruver ingin lebih tepat dalam mengetahui jawaban ‘apakah kulit sensitif bisa kembali normal’, Bruver bisa berkonsultasi secara langsung dengan ahlinya. Ahli kecantikan atau dermatolog bisa memberikan diagnosis dan saran perawatan yang lebih akurat.

Bruver Harus Tahu Ini Juga: Cara Menghilangkan Kerutan di Wajah.

Berapa Lama Kulit Sensitif Sembuh?

Secara umum, kulit sensitif bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk sembuh, tergantung pada penyebab dan perawatan yang diterapkan. 

Konsistensi dalam perawatan dan perubahan gaya hidup yang mendukung kesehatan kulit juga penting banget. Kalau kondisi kulit tidak membaik, sebaiknya konsultasi dengan ahli untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan spesifik.

Bagaimana Cara Agar Kulit Tidak Sensitif?

Jadi, apakah kulit sensitif bisa kembali normal? Mungkin bisa kalau Bruver melakukan cara-cara mengatasi kulit sensitif dibawah ini:

  1. Gunakan Skincare yang Lembut

Pilih produk perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Hindari produk yang mengandung alkohol, pewangi, atau bahan kimia keras lainnya. Cari produk yang mengandung bahan-bahan alami dan lembut, seperti aloe vera atau chamomile.

  1. Lakukan Patch Test

Lakukan patch test sebelum menggunakan skincare baru. Patch test sendiri adalah metode untuk menguji reaksi kulit terhadap produk baru sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah atau tubuh.

Caranya gampang, cukup oleskan sedikit produk di area kecil kulit yang mudah diamati, seperti belakang telinga atau bagian dalam pergelangan tangan. Tunggu 24-48 jam dan perhatikan reaksinya. Kalau nggak ada tanda-tanda iritasi, Bruver bisa lanjut pakai produk tersebut dengan aman.

  1. Hindari Mandi dengan Air Panas

Kayak yang udah dibahas sebelumnya, mandi pakai air panas bisa menghilangkan minyak alami yang berfungsi melembapkan kulit. Jadi, lebih baik Bruver mandi pakai air hangat atau air dingin yang bisa mencegah kulit kering dan menjaga kulit tetap kenyal dan sehat. Selain itu, air yang lebih dingin bisa mengurangi risiko kemerahan dan iritasi.

  1. Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Punya kulit sensitif tandanya harus hati-hati kalau beraktivitas di bawah sinar matahari! Bruver wajib pakai sunscreen dengan SPF minimal 30 yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Aplikasikan sunscreen sekitar 15-20 menit sebelum beraktivitas dan reapply setiap 2 jam, terutama kalau Bruver berkeringat atau berenang.

  1. Jaga Kelembapan Kulit

Apakah kulit sensitif bisa kembali normal? Bruver bisa mengusahakannya dengan cara memperbaiki skin barrier yang rusak dengan bantuan pelembap. Menjaga kelembapan kulit membantu memperkuat skin barrier.

Pilih pelembap yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Cari produk yang bebas dari pewangi, alkohol, dan bahan kimia keras. Selain itu, usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas air putih sehari untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam.

  1. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut

Pastikan Bruver selalu membersihkan wajah dengan lembut. Gunakan pembersih yang ringan dan air hangat, bukan air panas. Kulit yang bersih dan lembab akan membantu mencegah iritasi.

  1. Perhatikan Pola Makan

Percaya atau nggak, pola makan juga bisa mempengaruhi kondisi kulit, lho. Kurangi konsumsi makanan pedas, berminyak, dan mengandung banyak gula. Perbanyak makan buah, sayur, dan minum air putih agar kulit tetap sehat.

Bruv Face Wash, Solusi Perawatan Kulit Wajah untuk Semua Jenis Kulit, Termasuk Kulit Sensitif!

Buat Bruver yang punya kulit sensitif, tenang ada solusinya! Bruv Face Wash yang diformulasikan khusus sebagai sabun muka pria untuk semua jenis kulit ini cocok dan aman digunakan segala jenis kulit, termasuk kulit sensitif, lho.

Bruv Face Wash mengandung activated bamboo charcoal yang ampuh menyerap kotoran dan minyak tanpa membuat kulit kering. Ada juga argan oil yang membantu melembabkan dan menenangkan kulit. Plus, peppermint oil yang bikin wajah terasa segar dan bersih.

Bruv Face Wash bebas dari bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit seperti parfum, alkohol, dan pewarna. Jadi, aman banget buat Bruver yang punya kulit sensitif.

Yuk, Bruver! Buktikan sendiri kehebatan Bruv Face Wash. Wajah sensitifmu nggak akan rewel lagi!

Share This Post

Discover More